Dalam peninjauan lapangan, Komjen Pol Mohammad Fadil Imran menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
“Holding tentu akan maksimal dalam mendukung anak holding (PT Vale). Ada (muncul) persoalan-persoalan riak sosial itu, kita lakukan rapat di Jakarta, lalu melakukan peninjauan situasi aktual di lapangan dengan mengajak serta Forkopimda, Polda, Kodam, Bupati, dan Kejaksaan. Harapannya, semua persoalan bisa diselesaikan dengan sinergi tanpa meninggalkan masyarakat. Jadi kita ingin kawasan industri ini maju, masyarakatnya maju, alamnya lestari,” ujar Komjen Pol Fadil Imran.
Pernyataan tersebut menegaskan dukungan penuh MIND ID terhadap keberlanjutan pengembangan PT Vale di Pomalaa sekaligus pentingnya membangun iklim investasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha, manfaat bagi masyarakat, serta perlindungan terhadap lingkungan.
Komjen Pol Fadil Imran juga menyoroti dampak berganda yang telah tumbuh seiring dengan perkembangan kawasan industri di Kolaka. Aktivitas ekonomi di sektor transportasi, kuliner, perhotelan, pariwisata, serta penyerapan tenaga kerja menjadi bagian dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dan daerah.
“Masyarakat sangat berterima kasih. Ini kedua kali saya ke sini. Saya juga mendengarkan dari Pak Bupati bahwa dengan adanya kawasan industri (dan kehadiran PT Vale), memberikan dampak ikutannya, mulai dari bisnis truk, kuliner, wisata, hotel, dan sebagainya, termasuk penyerapan tenaga kerja. Jadi kita sepatutnya mendukung semua, tidak membuat kegaduhan yang berdampak bukan hanya kepada Kolaka dan Sulawesi Tenggara, tetapi juga nama baik Indonesia. Semua persoalan bisa diselesaikan asal hati jernih, pikiran jernih, dan tujuannya untuk kemajuan bersama. Menjaga kondusivitas iklim investasi itu nomor satu,” tambahnya.
