“Kami telah mengambil beberapa sampel dan akan menyampaikan temuan yang ada untuk segera ditindaklanjuti. Proses pengawasan ini masih berlangsung, dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan kepada publik,” jelasnya.
Mantan orang nomor satu di jajaran Ditpolairud Polda Sulteng itu mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli dan menjual produk minyak goreng.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET) dan takaran yang telah ditentukan, demi menjaga kesejahteraan bersama dan menghindari praktik yang merugikan konsumen.
“Kami meminta agar pedagang dan produsen minyak goreng tidak bermain-main dengan takaran dan harga. Semua pihak harus mematuhi peraturan yang ada agar tidak merugikan konsumen, serta menjaga kestabilan harga dan distribusi di pasar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat melaporkan jika menemukan ketidakcocokan takaran atau harga yang tidak sesuai dengan HET, untuk segera ditindaklanjuti.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Satgas Pangan Polda Sulteng yang juga Dirreskrimsus Kombes Pol Bagus Setyawan, Kepala Disperindag Provinsi Sulteng Mira Yuliastuti, Kakanwil Bulog Provinsi Sulteng Elis Nurhayati.
Selain itu, hadir pula Wadirreskrimsus AKBP Ade Nuramdani, Kasubdit 1 Indag AKBP Raden Real Mahendra, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Palu Andriani dan Pengawas Metrologi Ahli Muda Muhammad Fahrizal Taufik. RED
