ReferensiA.id- Sejumlah organisasi masyarakat sipil mengirimkan petisi kepada sejumlah lembaga keuangan dan perusahaan Jepang yang terlibat dalam pembiayaan maupun kepemilikan proyek Donggi Senoro LNG (DSLNG).
Petisi yang dikirimkan pada 24 Juni 2026 itu, berisi keluhan masyarakat yang disebut terdampak langsung keberadaan DSLNG di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tengah (Sulteng), Walhi Nasional dan Friends of the Earth Japan menilai Mitsubishi Corporation dan bank-bank seperti Japan Bank for International Cooperation (JBIC) belum menunjukkan tanggung jawab yang memadai terhadap keluhan masyarakat yang terdampak proyek gas alam cair oleh PT DSLNG.
Mereka pun mengirimkan petisi kepada Mitsubishi Corporation sebagai pemegang saham terbesar DSLNG, Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Nippon Export and Investment Insurance (NEXI), serta tiga bank besar Jepang, yakni MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dan Mizuho Bank.
Petisi tersebut memuat keluhan masyarakat nelayan berjumlah sekitar 15 orang di Desa Uso, Kecamatan Batui, dan Jumlah nelayan hampir mencapai 20-an orang di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan.
Selama bertahun-tahun para petani dan nelayan itu disebut mengalami pembatasan akses terhadap wilayah tangkap mereka akibat zona keamanan di sekitar fasilitas DSLNG dan jalur pelayaran kapal tanker.
“Kondisi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya pendapatan dan terganggunya sumber penghidupan masyarakat pesisir,” Ungkap Manajer Kampanye dan Media Walhi Sulteng, Wandi, Sabtu 5 September 2026.
Dari seluruh pihak yang menerima petisi, respons yang diberikan dinilai belum menjawab substansi persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Melalui surat elektronik, Mitsubishi Corporation menyatakan bahwa perusahaan menjalankan operasinya sesuai dengan ketentuan dan standar lingkungan serta sosial yang berlaku. Namun, perusahaan memilih tidak melakukan pertemuan khusus untuk membahas pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui petisi tersebut,” terangnya.
