ReferensiA.id- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI menggelar kegiatan Diseminasi Produk Pengembangan Kebahasaan dan Kesastraan, di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Senin, 13 Oktober 2025.
Anggota Komisi X DPR RI, Nilam Sari Lawira, hadir membuka kegiatan yang berlangsung di Hotel Best Western Plus Coco Palu tersebut, menegaskan pentingnya bahasa sebagai jati diri bangsa.
“Bahasa ini bukan cuma alat komunikasi, tapi identitas jati diri kita. Sastra juga penting karena menjadi cermin kehidupan kita,” ujarnya.
Nilam menyebutkan, di Sulawesi Tengah terdapat sekitar 22 bahasa daerah yang tercatat, dengan ragam bahasa Kaili yang cukup banyak. Namun, ia khawatir sebagian bahasa daerah itu bisa punah jika tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau bahasa ini tidak kita gunakan setiap hari, bisa punah. Bahasa Kaili juga termasuk salah satu yang terancam punah,” katanya.
Ia mengapresiasi langkah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang terus melahirkan gagasan dan produk pelindungan bahasa daerah. Nilam juga mendorong agar kegiatan literasi dan kesastraan lebih digalakkan di sekolah-sekolah.
“Literasi sastra masih kurang, hanya sekitar 26 persen pelajar yang ikut lomba karya sastra. Kami tentu mendukung lahirnya regulasi untuk melindungi bahasa dan kesastraan,” tambahnya.
Nilam berharap ke depan ada lebih banyak program, seperti festival bahasa dan lomba karya sastra lokal, agar masyarakat semakin mencintai bahasa dan sastra daerah.
“Semoga semakin banyak program yang digelontorkan di Sulawesi Tengah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendiseminasikan berbagai produk layanan Badan Bahasa.
