OJK Sulteng Sebut Kondisi Industri Jasa Keuangan di Sulteng Terjaga Stabil

Satgas Pasti
Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah. / Ist

Adapun perkembangan industri keuangan non bank di Sulawesi Tengah posisi 30 September 2024 juga menunjukkan kinerja positif.

Kinerja Perusahaan Pembiayaan di Sulawesi Tengah tumbuh positif dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp6,80 triliun meningkat 14,35 persen (yoy) dengan non-performing financing yang masih terjaga di angka 1,98 persen.

“Dari sisi pembiayaan peer-to-peer lending, outstanding pinjaman tercatat sebesar Rp461,12 miliar meningkat 68,15 persen (yoy) dengan jumlah rekening penerima aktif sebanyak 142.216 rekening dengan tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban yang tertera dalam perjanjian pendanaan di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo (TWP90) berada pada angka 1,54 persen.”

Sementara sektor dana pensiun juga menunjukan pertumbuhan positif, tercermin dari total aset tumbuh 8,20 persen (yoy) menjadi Rp104,15 miliar dan total investasi meningkat 10,02 persen menjadi Rp102,14 miliar.

Di sektor Pasar Modal, pertumbuhan investor di Sulawesi Tengah juga terus meningkat, tercatat per 30 September 2024 ini terdapat 139.488 rekening investasi dengan pertumbuhan (yoy) mencapai 58,04 persen. Share terbesar masih didominasi rekening reksadana sebanyak 108.563 rekening atau 77,83 persen dari keseluruhan rekening investasi di Sulawesi Tengah.

“Sebagai perwujudan komitmen peningkatan literasi keuangan, OJK senantiasa melaksanakan kegiatan edukasi keuangan secara rutin. Sejak awal tahun sampai dengan 31 Oktober 2024, KOJK Sulteng telah melaksanakan 78 kegiatan edukasi dengan peserta kurang lebih sebanyak 13.921 orang. Peserta itu terdiri dari berbagai kalangan mulai dari petani, nelayan, ibu rumah tangga, pelajar hingga penyandang disabilitas,” tandasnya.

Kantor OJK Sulteng juga menerima 988 layanan konsumen yang terdiri dari 118 layanan pengaduan, 810 pemberian informasi, dan 60 penerimaan informasi hingga 31 Oktober 2024.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version