Ia mengisyaratkan agar AAC menjadi lembaga resmi yang memiliki payung hukum dalam menjalankan aksi-aksi sosial, semisal menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Sulawesi Tengah.
“Karena saya tidak lagi menjadi bagian daripada partai lama saya, Partai Nasdem yang awalnya memang Ahmad Ali Center ini dijadikan sebagai salah satu ikonnya. Naka ketika saya tidak lagi berada di Nasdem, maka saya perlu menegaskan kembali kepada seluruh relawan-relawan saya bahwa kita tidak lagi berjuang untuk gerakan politik, tapi kita akan berjuang lebih pada kegiatan sosial kemanusiaan,” tandasnya.
Ia juga menekankan, aksi “tarik diri” relawan AAC bukan merupakan upaya menggembosi Partai Nasdem. Kini organisasi itu jadi penyatu simpatisan dan relawan Ahmad Ali untuk menjalankan aksi-aksi sosial di tengah masyarakat Sulawesi Tengah.
Ahmad Ali mendorong agar AAC aktif melakukan aksi sosial minimal tiga bulan sekali untuk masyarakat di daerah itu.
Namun saat ini AAC sedang menyiapkan kepengurusan secara terstruktur dari tingkat kabupaten/kota dan kecamatan, sebelum mulai menjalankan aksi-aksi kemanusiaan di Sulawesi Tengah.
“Tentunya ini bukan satu gerakan politik, tapi ini adalah gerakan sosial karena mengingat kondisi saya hari ini di Jakarta sangat padat, sehingga saya tidak punya waktu yang cukup untuk kemudian terus-menerus kembali ke Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial,” kata dia.
“Maka saya pandang bahwa AAC ini sebagai wadah perjuangan, kita kemudian berubah, bukan lagi berjuang untuk kepentingan partai politik tertentu, tapi kemudian kita rubah berjuang untuk kemanusiaan di Sulawesi Tengah,” tandasnya.
Aksi-aksi sosial yang akan dilakukan oleh AAC ke depan antara lain termasuk membantu anak-anak daerah yang kurang mampu untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga S2, serta aksi sosial lainnya.
