News  

Seorang Nelayan di Morowali Hilang di Perairan Desa Umpanga

Nelayan
Proses pencarian nelayan yang hilang di Morowali. / Ist

ReferensiA.id- Seorang nelayan bernama Syamsuddin (56 tahun), warga Desa Pebotoa, Kecamatan Buni Raya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dilaporkan hilang saat memancing di Perairan Desa Umpanga, Kecamatan Bumi Raya.

Korban dilaporkan terlihat terakhir kali pada Rabu, 29 Oktober 2025, sekira pukul 13.00 Wita. Saat itu, setelah beristirahat di rumah adiknya di Desa Topogaro, korban diantar menuju Desa Pebotoa untuk kembali ke perahu dan melanjutkan aktivitas memancing.

Namun hingga kini, korban yang diketahui mengalami disabilitas dan menggunakan kaki palsu belum kembali ke rumah.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Morowali pun telag melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban hilang.

“Pelaksanaan operasi SAR dimulai pada 3 November 2025 pukul 07.00 Wita dengan kegiatan briefing awal oleh Tim SAR Gabungan. Dalam briefing tersebut, dilakukan pengecekan kekuatan personel, kesiapan alut (alat utama), pembagian tugas, serta penyampaian petunjuk keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, Selasa 4 November 2025.

Pencarian dilakukan menggunakan 1 unit perahu karet milik Basarnas, speed boat milik Polairud, kapal fiber PT BTIIG, serta perahu nelayan, dengan radius pencarian 30 nautical mile (NM).

Hingga pukul 18.00 Wita, hasil pencarian masih nihil dan operasi dilanjutkan pada hari ini mulai pukul 07.00 Wita, sesuai rencana operasi hari ke-3.

“Kami bersama unsur SAR gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian terhadap korban dengan menyisir area perairan menggunakan berbagai alut yang tersedia. Kondisi geografis dan cuaca menjadi pertimbangan penting dalam setiap pergerakan tim di lapangan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan dan kembali ke keluarganya dalam keadaan selamat,” jelas Rizal.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version