ReferensiA.id – Relawan Orang dan Alam (ROA) Sulawesi Tengah menggelar pameran dan promosi produk hasil hutan bukan kayu (Non-Timber Forest Exhibition and Promotion) di Taman GOR Palu. Pameran digelar selama dua hari dibuka sejak Sabtu sore dan telah berakhir hari ini, Minggu 21 November 2021.
Direktur ROA Sulawesi Tengah, Mochammad Subarkah mengatakan, dalam dua hari pameran produk kelompok tani di Palu itu, transaksi mencapai belasan juta rupiah.
Hari pertama Rp5.350.000 dan hari kedua Rp8.250.000. Hal ini, kata dia menunjukkan bahwa produk hasil hutan non kayu di Sulawesi Tengah berkualitas dan diminati masyarakat.
Sejumlah produk yang dipamerkan di antaranya kopi, kerajinan anyaman dari rotan, keripik, gula aren hingga buah-buahan.
Sebanyak delapan kelompok tani dari Sigi dan Poso yang terlibat dalam pameran dan pemasaran produk tersebut. Selain itu, dua kelompok disabilitas dari Sigi juga ikut berpartisipasi menggelar produk ramah lingkungan.
“Target utamanya hutan lestari dan berkelanjutan dan sekaligus menopang ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan hasil hutan non kayu,” ujar Subarkah ditemui di lokasi pameran, Minggu 21 November 2021.
Menurutnya, hasil hutan non kayu di Sulawesi Tengah sangat potensial dikembangkan misalnya rotan. Sejak dulu provinsi ini dikenal sebagai penghasil rotan. Tantangannya adalah bagaimana rotan diolah terlebih dahulu menjadi barang kerajinan sehingga secara ekonomi bisa memberi nilai tambah.
Selain itu, produk kerajinan yang dihasilkan harus adaptif terhadap kondisi kekinian seperti model dan kualitas. Begitu juga pemasaran harus merambah ke dunia digital.
“Itu yang sudah kami lakukan. Sekarang produk kerajinan rotan dari petani yang kami dampingi selain dipasarkan di Sulawesi Tengah, juga sudah ada pesanan dari Jawa,” kata Subarkah.
