Warga juga kecewa atas kebijakan Lurah yang menganti secara sepihak Ketua PKK dan pengurusnya yang telah terpilih
secara forum dan disahkan di kecamatan.
Lurah Lisa juga dianggap mengambil sendiri keputusan, tidak transparan dan tidak melakukan sosialisasi kepada RT/RW, lembaga dan masyarakat tentang dana kelurahan Rp266 Juta, namun langsung membuat berita acara dan kesepakatan sepihak bersama KSM dengan membuat sendiri hasil rapat/notulen.
Lurah juga dianggap mempersulit penandatanganan proposal bantuan mayarakat.
Selain itu, masih ada sejumlah poin tuntutan yang disampaikan warga. Setidaknya ada sebelas poin tuntutan yang mereka suarakan.
Aksi dilakukan warga sejak pagi hingga menjelang siang. Sempat diwarnai kericuhan lantaran ada oknum yang tidak dikenal sempat memprovokasi. Namun aksi protes itu berjalan aman hingga usai.
Di lokasi aksi, Wakil Ketua II DPRD Kota Palu Rizal dan Ketua Komisi A Irsan Satria sempat memediasi dan menawarkan sejumlah solusi, namun warga memilih bertahan hingga ditemui Wali Kota Palu. RED
