ReferensiA.id- Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) menyoroti belum tercapainya target pendapatan daerah yang dinilai berdampak langsung terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan.
Hal itu mengemuka saat Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi Partai NasDem, Rachmatsyah Tawainella, mewakili fraksinya menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu 24 Juni 2026.
Dalam penyampaiannya, Rachmatsyah Tawainella menegaskan, Fraksi NasDem memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas keberhasilannya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk yang ke-13 kalinya secara berturut-turut.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan indikator positif atas tata kelola keuangan daerah yang semakin baik dan patut dipertahankan.
Meski demikian, Fraksi NasDem menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait optimalisasi pendapatan dan efektivitas belanja daerah.
Fraksi NasDem menyoroti belum tercapainya target pendapatan daerah yang dinilai berdampak langsung terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan.
Pemerintah daerah diminta memberikan penjelasan mengenai penyebab tidak tercapainya target tersebut, termasuk sektor-sektor yang mengalami penurunan penerimaan.
Selain itu, Fraksi NasDem memberikan perhatian khusus terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami selisih sekitar Rp523,44 miliar dari target yang telah ditetapkan.
