Hutan-hutan baru pascatambang itu pun dirawat dengan baik, vegetasi dan satwanya dikembalikan sebagai upaya menjaga biodiversitas atau keanekaragaman hayati. Sebelum kemudian pengelolaannya diserahkan kembali oleh perseroan ke negara.
“Vale tidak hanya hadir untuk memproduksi nikel. Bagaimana kita bisa berkontribusi untuk negara,” ungkap Presiden Direktur PT Vale.
Keseriusan PT Vale menjadi perusahaan pertambangan berkelanjutan tidak hanya dibuktikan dengan mereklamasi lahan pascatambang, mereka bahkan melakukan rehabilitasi lahan di daerah yang tidak masuk dalam konsesi perusahaan.
Belum lama ini, perseroan mendapat kepercayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk merehabilitasi lahan seluas 435 hektare di Provinsi Jawa Barat. “Program sosial kita juga semua mengarah ke keberlanjutan,” ungkap Febriany Eddy.
Siapkan 700 Ribu Bibit Tanaman Per Tahun
PT Vale memiliki satu fasilitas khusus untuk menyemai bibit vegetasi yang bakal ditanam di lahan bekas tambang, yakni Nursery PT Vale yang memiliki luas 2,5 hekatare.
Fasilitas ini menyiapkan 700 ribu bibit tanaman per tahun untuk mereklamasi lahan pasca pengolahan tambang di Blok Sorowako.
Selain sebagai fasilitas pembibitan, Nursery PT Vale juga bisa jadi destinasi wisata favorit, sebab di sana terdapat museum alat berat dan puluhan rusa. Vegetasi yang ada di Nursery itu pun merupakan tanaman yang sebagian besar berasal dari hutan lokal.
