ReferensiA.id- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Nilam Sari Lawira, berhasil memperjuangkan dan menyalurkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 40 ribu siswa di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2025 lalu .
Upaya itu semakin diperkuat pada 2026 ini, untuk memastikan semua anak yang layak mendapatkan fasilitas dari pemerintah untuk meringankan biaya pendidikan tersebut tak ada yang terlewatkan.
Nilam Sari Lawira yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sulteng, memberikan arahan langsung kepada kader partai dan timnya untuk memastikan konsitensi dalam memperjuangkan hak anak-anak di daerah agar mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya.
“Kami diperintahkan oleh Kaka Ketua Nilam agar semaksimal mungkin tidak ada anak dari keluarga tidak mampu yang kesulitan untuk bersekolah. Termasuk mendata dan mengusulkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak-anak panti asuhan,” ungkap Ketua Fraksi Partai Nasdem sekaligus Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Dandy Adhiprabowo.
Arahan tersebut disampaikan oleh Nilam Sari Lawira dalam acara buka puasa bersama jajaran Fraksi Nasdem DPRD Sulteng, pengurus DPW Nasdem Sulteng dan panti asuhan beberapa waktu lalu.
Menindaklanjuti arahan tersebut, tim Rumah Aspirasi NSL bersama para kader relawan PIP mulai bergerak cepat. Menjelang Hari Raya Idulfitri, mereka turun langsung menyisir sejumlah panti asuhan di Sulawesi Tengah untuk melakukan pendataan calon penerima bantuan.
Di Kota Palu, Pertugas Rumah Aspirasi, Hairudin Dahlan, mengatakan pendekatan “jemput bola” dipilih agar program ini benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan.
“Kami langsung turun ke lapangan, mendatangi panti asuhan. Hari ini kami mengunjungi Panti Asuhan Al Mabrukah di Ulujadi dan Panti Asuhan Imanuel untuk mendata anak-anak yang bisa diusulkan dalam program PIP Aspirasi NSL (Nilam Sari Lawira) tahap pertama tahun 2026, empat perwakilan Rumah Aspirasi kami di kabupaten dan kader-kader Partai Nasdem yang selama ini mengurus PIP juga sedang jalan mendata. Sebelumnya kami hanya menerima usulan melalui pihak sekolah” katanya.
