ReferensiA.id- Anggota DPRD Kota Palu, Irsan Satriya menyoroti persoalan elpiji atau gas 3 kilogram subsidi yang dikeluhkan warga di Kelurahan Besusu Timur, Kota Palu.
Hal itu mencuat saat Irsan melakukan penjaringan aspirasi masyarakat atau reses di Lorong Tata Balu, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu pada Selasa, 21 Oktober 2025 sorw.
Salah seorang warga menyampaikan keluhan kepada Ketua Komisi A DPRD Kota Palu itu, lantaran kesulitan mendapatkan gas melon. Bahkan warga tersebut tidak masuk dalam daftar jatah gas subsidi, sehingga harus membeli dengan harga yang lebih mahal.
“Ini peringatan keras, kok bisa ada masyarakat (yang layak mendapatkan subsidi) tidak dapat gas 3 kilogram,” ujar Irsan.
Menurut Irsan, persoalan gas subsidi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
“Nanti kita coba minta datanya di kelurahan, di Besusu Timur ini penerimanya berapa banyak, kita sesuaikan datanya, layak tidak,” tegasnya.
Pendataan kembali dan penertiban pangkalan pun perlu dilakukan. Agar jumlah stok gas subsidi bisa bersesuaian dengan jumlah warga yang layak menerima.
Selain itu, Irsan juga mendorong masyarakat agar memanfaatkan peluang bantuan usaha seperti bantuan modal usaha dan kelompok usaha bersama (Kube).
“Di sini ada perwakilan Dinas Sosial Kota Palu, ada Dinas UMKM juga. Bapak ibu bisa memanfaatkan bantuan yang ada, nanti kita yang bantu kawal,” katanya.
Dia juga menyampaikan soal masih ada beberapa aspirasi masyarakat yang belum bisa dipenuhi, lantaran adanya pemangkasan anggaran pada 2025 ini.
“Jalan Tata Balu salah satu prioritas yang saya usulkan, tapi karena ada pemangkasan anggaran, jadi belum bisa kita realisasikan tahun ini. Mudah-mudahan dari 2026 ini sudah tidak ada lagi pemangkasan. Mudah-mudahan apa yang kami usulkan juga bisa dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.
