Bahas APBD 2025, DPRD Palu Soroti Lagi Bus Trans Palu

Bus Trans Palu
Ratna Mayasari Agan. / ReferensiA.id

Selain itu, dia juga menyoroti pendapatan dari sektor perhubungan yang capaiannya hanya 28 persen dari target. Lalu Dinas Pemuda dan Olahraga yang hanya 1,6 persen.

“Nah, untuk itu OPD-OPD ini kami dorong untuk ke depannya bagaimana bisa mencarikan atau berpikir lebih kreatif lagi sehingga pendapatannya bisa bagus. Tetapi kita melihat juga bahwa memang tren targetnya ini cukup besar,” sebut Neni.

Dia menekankan, data potensi pendapatan setiap sektor harus dihitung dengan baik agar sesuai target dengan data potensi yang ada.

Dia mencontohkan sektor UMKM yang punya target Rp5 miliar, tetapi capaiannya hanya berkisar Rp700-an juta. Sehingga dalam menyusun potensi pendapatan di masa mendatang perlu lebih baik lagi dalam menganalisa dan menetapkan target pendapatan.

“Nah, terkait beberapa juga retribusi yang lainnya dan pendapatan lain-lain seperti Bis Trans Palu ini targetnya Rp4,8 miliar tetapi pencapaiannya hari ini hanya Rp600 juta,” tambah Ratna Mayasari Agan.

Politisi PAN itu pun menyoroti soal keberadaan Bus Trans Palu. Dia bilang, DPRD Palu akan membahas masalah transportasi angkutan publik itu bersama dinas terkait untuk mengoptimalkan keberadaannya.

“APBD yang kita keluarkan cukup besar untuk kegiatan-kegiatan itu, kita harap bisa mempunyai feedback yang baik juga untuk mendapatkan output yang baik, sehingga pendapatan asli daerah itu tetap bisa kita capai. Karena kalau banyak pendapatan, otomatis banyak program yang bisa terlaksana,” katanya.

Dia melanjutkan, Bus Trans Palu yang menelan anggaran cukup besar tiap tahunnya perlu dikaji kembali. Anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp21 miliar sementara capaian pendapatannya hanya Rp600 juta, sementara masyarakat yang menggunakan belum optimal, Neni justru mendorong transportasi publik ini digratiskan.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version