“Dengan pencapaian target itu hanya Rp600 juta, sangat-sangat jauh sekali. Kalau memang untuk untuk masyarakat, ya mending digratiskan saja untuk masyarakat lebih bermanfaat karena sudah menelan Rp21 miliar,” tuturnya.
“Kalau tidak, misalnya memang kita lihat kenapa bisa pencapaiannya hanya sedikit? Mungkin tren yang naik bisnya mungkin kurang. Berarti perlu kita menganalisa lagi, rute pertama, terus juga jumlah bisnya. Jadi seperti itu,” tegas Ratna Agan.
Hal itu akan dibahas oleh DPRD Palu untuk memastikan keberadaan Bus Trans Palu benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.
Seperti diketahui, saat ini masyarakat hanya perlu membayar Rp5.000 untuk sekali perjalanan menggunakan Bus Trans Palu.
Ini bukan kali pertama Bus Trans Palu disoroti. Pada 2025 lalu sejumlah Anggota DPRD Kota Palu juga mengkritik program tersebut. Bus Trans Palu yang merupakan kerja sama Pemerintah Kota Palu dengan PT Bagong sejak 2024 itu dinilai tak berjalan sesuai harapan. ***
