Laba Bersih BNI Capai Rp10,8 Triliun, Ditopang Mesin Pertumbuhan yang Semakin Seimbang

BNI
Pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi yang tumbuh solid mendorong PPOP BNI mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama. / Ist

ReferensiA.id- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan inti, ekspansi kredit yang sehat dan terdiversifikasi, peningkatan transaksi digital, struktur pendanaan yang kuat, serta kualitas aset yang tetap terjaga.

Kombinasi tersebut mendorong laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) BNI mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi sepanjang sejarah Perseroan untuk periode semester pertama.

Penguatan fundamental bisnis BNI tercermin dari pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh 14,2% secara tahunan menjadi Rp22,3 triliun.

Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) meningkat 14,2% menjadi Rp9 triliun.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, penguatan profitabilitas menunjukkan kontribusi bisnis inti BNI yang semakin solid dan berimbang.

“Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI dalam berbagai kondisi siklus ekonomi,” ujar Paolo, dikutip pada Minggu 9 Agustus 2026.

Pertumbuhan Bisnis Bergerak Bersama

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih didukung oleh ekspansi kredit yang tetap mengedepankan kualitas. Hingga akhir Juni 2026, kredit BNI tumbuh 24,4% secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis utama, mulai dari korporasi, menengah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga konsumer.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News
Exit mobile version