Tombolotutu Tak Pernah Diangkat Menjadi Raja
Tombolututu disebut sebagai pewaris tahta Kerajaan Moutong menggantikan pamannya, Pondatu. Namun, menurut hasil riset yang dilakukan Lukman Nadjamuddin dkk, Tombolotutu tidak pernah diangkat menjadi raja. Pemerintah Kolonial Belanda justru melantik Daeng Malino.
Inilah penyebab Tombolotutu mengobarkan perlawanan terhadap Pemerintah Kolonial Belanda. Selain karena tahta kerajaan, sebab lainnya adalah kontrak perjanjian Kerajaan Moutong dengan Pemerintah Kolonial Belanda. Perjanjian itu dianggap merugikan dan mengakibatkan potensi emas jatuh ke tangan Belanda.
Sebagaimana riset Lukman Nadjamuddin, dkk Moutong memiliki potensi emas. Potensi emas di Teluk Tomini sudah diketahui sejak abad ke-18. Karena itu, VOC mengarahkan perhatian ke daerah tersebut
Informasi diketahui melalui pegawai VOC yang melihat banyak orang Moutong yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai untuk mendulang pasir bercampur butiran emas.
Selanjutnya, ahli geologi A.J. Bik melakukan penelitian pada tahun 1845. Bik menyebutkan bahwa selain Gorontalo, daerah Batudulang, Taluduyun, Ongkahuyu, Molosipat dan Moutong memiliki kandungan emas yang cukup tinggi.
Hasil penelitian Bik inilah yang mendasari rencana penguasaan Teluk Tomini. Potensi yang tentu saja menarik banyak investor berdatangan ke Moutong. Setidaknya empat perusahaan yang berminat mengeksplorasi tambang emas di Moutong. Namun, Lukman Nadjamuddin, dkk tidak menyebutkan secara spesifik di mana saja lokasi yang memiliki potensi atau kandungan emas di Moutong.
