PT Vale Tancap Gas Hilirisasi Nikel: Transparan di DPR, Perkuat Sinergi Industri–Pertahanan di Morowali

pt vale
Ist

ReferensiA.id- PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun industri nikel nasional yang berkelanjutan, patuh regulasi, dan berdaya saing global.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui dua agenda strategis baru-baru ini, yakni pemaparan perkembangan proyek dan hilirisasi nikel dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, serta penguatan sinergi industri dan pertahanan laut melalui kunjungan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar ke proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, PT Vale yang tercatat dengan kode emiten INCO menyampaikan pembaruan menyeluruh terkait operasional, agenda hilirisasi nikel, hingga kepatuhan terhadap tata kelola industri pertambangan nasional.

Perseroan mengapresiasi peran pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, kementerian dan lembaga terkait, serta MIND ID sebagai holding, dalam melakukan pembinaan dan pengawasan industri pertambangan.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa dialog terbuka berbasis data dalam forum DPR menjadi elemen penting untuk memperkuat tata kelola dan keberlanjutan industri.

Baca Juga:  PT Vale Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Desa Lewat Peluncuran PTO PPM

“Penjelasan kami dalam RDP menegaskan bahwa operasional eksisting, khususnya di Sorowako dan fasilitas smelter, memperoleh alokasi penuh. Sementara untuk proyek pertumbuhan, pendekatannya bertahap dan terukur. Ini merupakan bagian dari tata kelola produksi yang sehat dan patuh terhadap regulasi,” ujar Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, Selasa 20 Januari 2025.

Baca Juga:  PT Vale Tingkatkan Sinergi dan Prestasi Masyarakat Morowali Lewat Vale Cup 2024

Dalam RDP tersebut, PT Vale juga menjelaskan RKAB 2026 yang mengalokasikan 100 persen kegiatan operasional untuk keberlanjutan operasi eksisting di Sorowako, termasuk pengolahan dan pemurnian. Sekitar 30 persen lainnya dialokasikan untuk Indonesia Growth Projects (IGP) di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako Limonite yang masih dalam tahap pengembangan bertahap.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *