Anggota DPR RI Ajak Semua Pihak Kolaborasi Lestarikan Kebudayaan di Sulteng

DPR RI
Anggota Komisi X DPR RI Nilam Sari Lawira membuka Semarak Budaya di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Anggota Komisi X DPR RI, Nilam Sari Lawira, membuka dua kegiatan bertajuk Semarak Budaya yang digelar bersama dengan Kementerian Kebudayaan, masing-masing di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo dan Desa Pulu, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu, 30 Juli 2025.

Di Desa Langaleso, Semarak Budaya bertema Workshop Kesenian Tari Tradisional Kaili. Sementara di Des Kota Pulu Semarak Budaya bertemakan Dialog Pengembangan Tari Tradisional Sulawesi tengah Sebagai Ensiklopedia Budaya.

Legislator Senayan itu menganggap kegiatan semacan ini sangat perlu dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan daerah.

Menurut perempuan yang pernah menjabat Ketua DPRD Sulteng periode 2019 – 2024 itu, kebudayaan merupakan identitas daerah yang harus dijaga.

Sayangnya, kemajuan zaman membuat pengaruh budaya luar begitu cepat mempengaruhi anak-anak daerah, yang mengancam tersingkirnya kebudayaan nasional yang ada di setiap daerah.

“Saya harap dengan kegiatan ini akan timbul semangat untuk mempelajarai, dan terutama mencintai budaya kita. Karna zaman sekarang kebudayaan luar sangat mudah masuk, sehingga kita bisa lupa budaya kita sendiri,” kata Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Tengah itu.

Baca Juga:  Matindas Serahkan Bantuan Rp264 Juta di Lore Tengah, Gandeng Mitra Komisi VIII DPR RI

Nilam pun mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam upaya melestarikan kebudayaan yang ada di Sulawesi Tengah. Termasuk dengan memberikan perhatian dan dukungan terhadap para penggiat kebudayaan.

“Semoga kegiatan kolaborasi ini bisa dirasakan di seluruh Sulteng, ini kegiatan kolaborasi pertama kami, semoga bisa terus bersinergi dalam rangka mengembangkan dan melestarikan budaya di Sulawesi Tengah. kita semua harus saling bekerja sama, berkolaborasi untuk memajukan kebudayaan di Sulawesi Tengah,” kata Anggota DPR RI yang punya pengalaman tampil pertama kali menari tarian tradisional Pamonte di Istana Presiden saat masih duduk di bangku sekolah dasar itu.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *