Sosial media juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah pembelajaran campuran, semisal guru memanfaatkan YouTube/WhatsApp untuk micro-learning.
Manfaat yang lebih luas juga bisa didapatkan melalui media sosial, antara lain produk olahan pertanian, kerajinan, kuliner SMK dapat dipasarkan ke kota/luar provinsi lewat marketplace dan promosi medsos, hingga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Lulusan sekolah kejuruan dapat menawarkan jasa teknis (servis, desain, produksi makanan) secara langsung ke pelanggan lewat medsos.
“Kami mendorong pemanfaatan media sosial sebagai alat memperkaya keterampilan vokasi dan memperluas akses pasar bagi siswa SMK. Namun manfaat itu harus diimbangi langkah perlindungan digital, literasi dan peningkatan infrastruktur agar tidak meninggalkan daerah terpencil di Sulawesi Tengah. Komisi X akan mendorong program pelatihan guru, dukungan infrastruktur, dan kemitraan industri untuk mewujudkan SMK yang kompeten secara digital dan berdaya ekonomi,” tegas Nilam Sari Lawira. ***



















