ReferensiA.id- Anggota DPRD Palu Mutmainah Korona mengajak semua pihak “mengarahkan” pandangan ke Rusia, bagaimana mereka bisa memitigasi bencana hingga tak ada korban jiwa saat gempa berkekuatan magnitudo 8,8 dan tsunami menghantam.
“Pascagempa dahsyat berkekuatan sekitar 8,8 M yang mengguncang semenanjung Kamchatka, Rusia, pada 29–30 Juli 2025, saya terus melihat dan membaca perkembangannya dan ternyata kesiapsiagaan mereka menghadapi gempa tektonik dan tsunami begitu baik,” ungkap perempuan yang akrab disapa Neng itu, Kamis 31 Juli 2025.
Padahal, dalam sejarah gempa, peristiwa ini adalah gempa terkuat di Rusia sejak 1952, dan salah satu yang terdahsyat sejak gempa Tohoku Jepang 2011 lalu.
“Apa yang menarik ? Masyaallah, berkat sistem peringatan dini dan evakuasi cepat, kerusakan besar dapat dikendalikan dan tidak ada korban tewas yang dilaporkan. Semua teratasi dengan baik,” katanya.
Ia pun menegaskan, ada beberapa hal yang perlu dipelajari dan digarisbawahi dari gempa Kamchatka. Yang pertama bagaimana teknologi dan pendidikan bisa menyelamatkan nyawa, namun kesiapsiagaan individu dan komunitas tetap vital.
“Kedua, sistem early warning dan respons cepat sangat berarti, tetapi setiap orang perlu tahu tindakan apa yang dilakukan saat darurat,” kata Anggota DPRD Palu itu.
Kemudian, katanya, zona ring of fire tetap aktif, dan belajar dari kejadian global adalah bentuk kesiapsiagaan lokal.
Dia pun menganjurkan semua pihak belajar dari pengalaman mitigasi gempa di Rusia dengan mencontoh kebiasaan memasang aplikasi peringatan gempa/tsunami di gawai (smartphone), mengamankan barang yang beresiko dalam rumah, membuat rencana evakuasi keluarga: identifikasi jalur evakuasi, tempat berkumpul saat darurat, mempersiapkan kit darurat: air minum, makanan tahan lama, senter, obat-obatan, dan power bank serta melakukan simulasi gempa berkala (berbasis sekolah, komunitas, RT dan keluarga).



















