Berlandaskan Nota Kesepahaman Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) antara perusahaan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan DPRD setempat, program ini telah menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan sejak era sebelum PT Vale, dengan tujuan menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar hingga menengah di wilayah sekitar operasional tambang.
Setiap semester, program ini membuka kesempatan bagi puluhan siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tanpa hambatan ekonomi, sekaligus menanamkan nilai kemandirian, prestasi, dan pelestarian kearifan lokal di tengah arus globalisasi.
Keberhasilan kedua program tersebut ditopang oleh sinergi erat antara masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, perangkat desa, Universitas Hasanuddin, serta berbagai kelompok masyarakat terlibat aktif sejak tahap perencanaan, implementasi, hingga evaluasi program.
Pendekatan kolaboratif ini memastikan setiap inisiatif tidak hanya relevan secara sosial dan ekologis, tetapi juga memiliki fondasi kelembagaan yang kuat untuk keberlanjutan jangka panjang.
Menanggapi penghargaan tersebut, Budiawansyah, Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, menyampaikan bahwa pengakuan ini mencerminkan pentingnya keberlanjutan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
“Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan harus dijalankan secara konsisten dan kolaboratif. Kami percaya bahwa praktik pertambangan yang bertanggung jawab hanya dapat terwujud ketika alam terjaga dan masyarakat tumbuh bersama,” ujarnya dalam keterangan, Jumat 19 Desember 2025.
Pencapaian di ICA dan ISDA 2025 menegaskan bahwa inovasi sosial dan lingkungan dari kawasan operasional di Luwu Timur mampu memberi kontribusi nyata bagi agenda pembangunan nasional—serta menjadi bukti bahwa praktik berkelanjutan dari daerah dapat memberi inspirasi bagi Indonesia yang lebih inklusif dan tangguh.



















