Dia mengakui kebijakannya tentang pajak dan retribusi sampah dibenci sebagian orang. Apalagi di masa kampanye saat ini. Namun, dia menegaskan bahwa informasi yang benar harus disampaikan kepada masyarakat.
“Saya sering bilang begini ke orang, bodoh betul saya ini kasih keluar peraturan atau jalankan peraturan kemudian masyarakat benci dengan saya. Harusnya saya bilang begini ‘kalau saya jadi wali kota nanti saya hapus pajak. Nanti padat karya saya kasih gaji 5 juta’. Harusnya kampanye begitu, kasih senang-senang memang telinga, kasih gembira-gembira. Tapi saya sampaikan, lebih bodoh lagi kalau saya ajar yang tidak benar, kasih tahu yang tidak benar,” tegasnya.
Pemkot Palu selama kepemimpinan Hadianto juga telah melakukan efisiensi anggaran demi membiayai program pembangunan, termasuk program kebersihan.
“Jika dulu hanya 18 mobil sampah, sekarang 109 mobil sampah. Bagaimana pajak mau dihapus. Perbaikan mobil pakai uang apa,” katanya.
Karena itu, dia menggugah kesadaran masyarakat Kota Palu agar bersama-sama membangun kota ini. “Ini adalah kita punya kota,” tuturnya.
Menurutnya, membayar pajak untuk membangun fasilitas umum adalah satu satu nilai kebaikan sebagaimana diajarkan dalam Islam. Dia pun mengutip ayat Alquran tentang pentingnya berbuat kebaikan. RIZ



















