Di hari yang sama, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, meninjau langsung penanganan di Desa Lioka. Ia menilai kolaborasi PT Vale, pemerintah, dan masyarakat berhasil meminimalisir dampak serta menciptakan model penanganan yang partisipatif dan adaptif.
“Ini adalah kehendak alam dengan dampak yang meluas, tapi bisa menjadi pelajaran untuk mengantisipasi bagaimana menghadapi kondisi seperti ini. Dengan antisipasi terpadu, mitigasi bisa lebih terencana dan terkendali,” ungkap Maroef.
Selama enam belas hari penuh, tim inti PT Vale terus berada di garis depan. Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma menyampaikan bahwa dukungan relawan, masyarakat dan pemerintah menjadi fondasi penting keberhasilan pemulihan.
“Komitmen kami adalah menjadikan pemulihan ini lebih dari sekadar reaksi, tetapi momentum untuk memperkuat solidaritas dan transparansi. Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait agar setiap langkah penanganan berjalan efektif, adil, dan tepat sasaran,” ujar Endra.
Sinergi pemerintah, MIND ID, PT Vale dan masyarakat menunjukkan bahwa pemulihan Towuti adalah perjalanan bersama.
Melalui kepemimpinan pemerintah, dukungan para ahli, serta keterlibatan aktif warga, setiap langkah dijalankan dengan kepedulian dan transparansi — memastikan Towuti pulih dan kehidupan masyarakat kembali pulih secara menyeluruh dan berkelanjutan. ***



















