Karena Liga 2 hanya membolehkan klub memiliki dua pemain asing, maka Persipal dipastikan hanya bisa mendatangkan pemain naturalisasi atau pemain keturunan saja jika ingin mendatangkan pemain baru yang punya pengalaman dari luar negeri, sebab mereka sudah memenuhi kuota pemain asing dengan Thales Lima (Brasil) dan Jahanbakhsh Taher (Iran).
Namun untuk mendatangkan pemain naturalisasi, tentu klub harus merogoh kantong dalam-dalam, sebab nilai pasar dan gaji mereka tentu lebih tinggi dibandingkan pemain lokal.
“Kalau pemain gelandang yang bagus banyak, tapi kita punya uangnya gak?,” kata Banur.
Niat pelatih ingin mendatangkan pemain gelandang baru dengan kualitas memadai juga tidak terlepas dari sejumlah gelandang Persipal yang sudah tidak muda lagi.
Semisal Fajar Handika yang saat ini sudah berusia 34 tahun lebih banyak dicadangkan, begitu juga dengan Moh Said yang dipercaya menempati posisi Fajar di musim lalu sebagai gelandang bertahan, juga sudah berusia 34 tahun.
Namun begitu, lampu hijau untuk mendatangkan gelandang berkualitas tampaknya sudah hampir didapatkan oleh Banur.
Sebab ketua umum Persipal Rusdy Mastura juga sudah buka suara soal kondisi lini tengah Persipal yang dianggap belum maksimal.
“Kita tinggal butuh gelandang, kedepan kita harap (punya) gelandang (yang bagus),” kata ketua umum Persipal yang juga Gubernur Sulawesi Tengah itu usai menyaksikan laga Persipal vs Kalteng Putra. RED

















