Selain itu, ia mendorong BPS untuk mengintegrasikan SE2026 dengan big data analytics, sehingga hasil sensus bisa lebih cepat, tepat, dan mudah diakses masyarakat.
Nilam menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pengumpulan angka, tetapi upaya membangun kesadaran bahwa setiap data mewakili cerita rakyat Indonesia.
“Setiap data adalah cerita tentang masyarakat yang bekerja, berjuang, dan berinovasi demi masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia menutup dengan menyerukan kolaborasi antara DPR RI, BPS, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat agar hasil SE2026 menjadi pondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan berkeadilan. ***



















