ReferensiA.id- Sebanyak 123 petani sawit swadaya dari Provinsi Sumatera Selatan mengikuti pelatihan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute). Kegiatan ini dilaksanakan selama enam hari, 04 – 09 Juli 2025, di Beston Hotel Palembang.
Pelatihan ini terbagi menjadi empat angkatan, dengan masing-masing kelompok mengikuti sesi kelas yang dirancang secara efisien dan komunikatif.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak aktif berdiskusi serta mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung di lapangan.
Direktur PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), Wahyu Riyadi, membuka pelatihan dengan harapan besar. “Ini adalah kesempatan besar bagi bapak-ibu petani, karena pelatihan ini merupakan peluang langsung yang diberikan oleh Kementerian Perkebunan. Jadi, jangan disia-siakan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.
“Kelapa sawit memiliki potensi yang jauh lebih besar dibandingkan minyak nabati dari Eropa. Kegiatan pelatihan ISPO ini dilaksanakan untuk menjamin tata kelola perkebunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta menjadi bukti nyata kepada dunia bahwa kita mampu mengelola sawit secara bertanggung jawab.” ungkap Wahyu.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Dalam pembukaan resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Agus Darwa, disampaikan bahwa program pelatihan ini adalah bentuk nyata sinergi antara pusat dan daerah untuk mendukung petani swadaya lebih kompeten dalam menjalankan standar ISPO.
Selama sesi kelas, peserta dibekali dengan topik-topik strategis seperti pengelolaan lingkungan, hak-hak tenaga kerja, legalitas lahan, dan prinsip keberlanjutan.
Para pemateri berasal dari latar belakang akademik, pelaku industri, serta konsultan yang telah lama berkecimpung di bidang agribisnis kelapa sawit.















