Bupati juga mengajak segenap pemangku kepentingan untuk bersama menjaga wilayah Luwu Timur, yang juga dijuluki Bumi Batara Guru. Ditutup sebaris pantun, bupati mengajak segenap lapisan masyarakat untuk menjaga PT Vale.
“Mari kita jaga wilayah kita, mari kita jaga PT Vale Indonesia secara bersama-sama. Ke restoran makan ikan lele, I love you PT Vale,” ungkapnya disambut tepuk tangan riuh hadirin.
55 Tahun Pembuktian Komitmen Jangka Panjang
Febriany Eddy, CEO perempuan pertama di industri tambang ini juga menyampaikan, 55 tahun merupakan periode yang cukup panjang untuk membuktikan konsistensi dan komitmen sebuah perusahaan.
Puncaknya, pada kunjungan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, yang meminta tambang di Indonesia mengikuti praktik keberlanjutan PT Vale. Oleh karena itu, Febri meminta para pemangku kepentingan tetap mendukung perseroan.
“Saya mohon doa dan restu dukungan dari masyarakat, pemerintah daerah agar PT Vale bisa tetap eksis merayakan ulang tahun untuk beberapa dekade mendatang,” ungkapnya.
Selama 55 tahun, PT Vale telah menorehkan beberapa capaian terkait operasi yang berkelanjutan. Sejak awal beroperasi, jauh sebelum kebijakan hilirisasi mineral, PT Vale telah menerapkan pertambangan terintegrasi.
Perseroan tidak hanya menambang bijih nikel, tetapi juga melakukan pemrosesan di pabrik pengolahan.
Kemudian, pada 1979, komitmen keberlanjutan untuk mewujudkan energi bersih telah terlihat dari pembangunan PLTA pertama, yakni PLTA Larona.
Pengoperasian PLTA milik perseroan berlanjut pada 1999 dan 2011.
Seluruh aset ini menelan investasi lebih dari 1 miliar dollar Amerika Serikat.
Kemudian, pada 2007 hingga 2023 ini, PT Vale juga terus berinovasi untuk mengefisiensikan penggunaan energi, serta menggunakan energi ramah lingkungan.



















