Bahtiar Baharuddin mengungkapkan, bangsa dan lembaga-lembaga di seluruh dunia saat ini harus mengambil peran dalam menyelamatkan masa depan bumi.
Menurut dia, semua orang harus mengambil peran dalam memitigasi masalah lingkungan ini, menurunkan emisi karbon dan memastikan keberlanjutan tetap berjalan.
“Mitigasi paling efektif adalah bagaimana kita bisa menanam pohon sebanyak-banyaknya,” ucap dia.
Karena itu, terkait gerakan Sedekah Pohon di Bulan Ramadan, Bahtiar menjelaskan itu merupakan adalah bagian dari keimanan dan menjalankan perintah Tuhan.
Pemprov Sulsel menargetkan pada tahun 2024 akan menanam hingga 3 juta bibit pohon sukun, 2 juta pohon nangka, dan 200 juta bibit cabe.
Direktur External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menyampaikan, pihaknya akan tetap mendukung program-program pemerintah khususnya terkait pelestarian lingkungan.
“Dalam acara Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan sedekah bibit 50.000 pohon ini, PT Vale mendukung 4.000 bibit pohon, di antaranya ada bibit pohon nangka, durian, kayu putih. Ini merupakan komitmen PT Vale untuk menjaga lingkungan sekaligus bersedekah. Ini hal baru dan hal yang baik. Karena bibit dibagikan ke masyarakat untuk dijaga, ditanam,” ungkap Endra Kusuma.
Dia melanjutkan, PT Vale selalu berkomitmen menjaga alam, menjaga lingkungan, karena salah satu visi perusahaan adalah mengubah sumber daya alam mengubah menjadi pembangunan dan keberlanjutan.
“Alam adalah titipan untuk anak cucu kita, bukan warisan nenek moyang kita, sehingga wajib kita jaga dan nantinya cucu kita bisa menikmati apa yang kita lakukan,” ungkap Endra.
Kedepannya, menurut Endra, PT Vale akan terus berkontribusi dalam program program pemerintah khususnya khususna Pemerintah Luwu Timur dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.



















