Dalam dialog bersama, beragam pertanyaan muncul dari para peserta seperti apa saja bentuk komitmen perusahaan dalam memajukan dunia pendidikan, serta seberapa besar peluang dari talenta lokal Loeha Raya untuk bergabung di PT Vale.
Adriansyah Chaniago memaparkan, perseroan memiliki program beasiswa untuk anak kuliah, tidak hanya S1 bahkan hingga jenjang S2 dan S3 dengan mengutamakan masyarakat lokal Luwu Timur dan berprestasi.
Dia menambahkan, perusahaan sangat terbuka dan senang jika talenta lokal berkontribusi untuk membangun daerahnya. Namun, perlu diketahui kesempatan bekerja tidak hanya satu-satunya dari PT Vale. Begitu banyak kesempatan berkarir di sektor publik dan swasta yang terbuka di era ini. Termasuk bisa membuka lapangan kerja secara mandiri.
Dari hasil bimbingan, sebanyak 29 peserta sudah mendaftarkan diri di kampus yang diminatinya. Ada 14 orang mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 15 orang lainnya di Perguruan Tinggi Swasta yang bekerjasama dengan kementerian.
Salah seorang peserta yang berasal dari Desa Masiku, Mujahidah As-Sahra menyampaikan rasa syukur dapat diberi kesempatan mengikuti bimbingan belajar, meski awalnya ragu mendaftarkan diri. Tapi ternyata para tentor begitu peduli dan sabar menghadapi perkembangan belajarnya.
“Soal tryout yang diberikan kepada kami selama karantina itu sulit sekali. Skor saya masih di bawah. Tapi saat tes kemarin, soalnya jadi terasa lebih mudah. Saya optimis bisa lolos tes. Terima kasih untuk bimbingannya para tentor,” ungkapnya.
Tidak hanya Mujahidah, peserta lain, Ahmad Rifki yang berasal dari Desa Loeha, juga sempat merasa ragu untuk ikut Bimbel. Awalnya, dia menilai pelatihan yang diberikan adalah K3 untuk pertambangan. Ternyata, bimbingan untuk persiapan masuk kuliah. Dia ingin mundur dari program tersebut karena mengetahui kuliah butuh biaya yang besar.



















