Karya-karya yang dihasilkan menyoroti pentingnya penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta mengangkat gerakan LISA (Lihat Sampah Ambil) sebagai bentuk sederhana namun berdampak.
Tak hanya itu, di lingkungan PT Vale sendiri, budaya memilah sampah berdasarkan jenisnya telah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Kebiasaan ini ditanamkan agar proses pengelolaan di hilir menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dengan memilah dari sumbernya—organik, anorganik, residu, hingga limbah berbahaya, PT Vale memastikan bahwa setiap sampah ditangani dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab.
Salah satu pemenang lomba poster, Nurul Fitri, menyampaikan rasa bangganya bisa berkontribusi dalam kampanye ini.
“Lomba ini jadi sarana saya untuk menyuarakan keresahan terhadap banyaknya sampah plastik di sekitar kita. Saya ingin mengingatkan lewat visual yang sederhana, bahwa kita bisa mulai dari hal kecil seperti membawa tumbler atau tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Nurul juga berharap budaya peduli lingkungan semakin mengakar di lingkungan kerja.
Dari Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar
Rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama.
Tidak ada aksi yang terlalu kecil ketika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. PT Vale percaya bahwa keberlanjutan adalah warisan terbaik yang dapat diberikan kepada generasi mendatang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh karyawan, kontraktor, dan mitra kerja untuk melihat bahwa keberlanjutan bukan beban, tapi peluang—peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tempat kerja yang lebih nyaman, dan komunitas yang lebih tangguh,” tambah Wafir.
Bagi PT Vale, keberlanjutan tidak hanya dimulai dari kebijakan perusahaan, tetapi dimulai dari setiap individu yang memilih untuk peduli. #SustainabilityStartsWithMe bukan sekadar ajakan, melainkan sebuah komitmen yang terus hidup dalam tindakan nyata.



















