PT Vale IGP Morowali Mulai Dirikan Tiang Pancang Pelabuhan Saprolite Ore

PT Vale
Proses pemancangan tiang di pelabuhan saprolite ore PT Vale IGP Morowali. / Ist

“Untuk isu community atau aspek sosial, kita telah melakukan pendekatan dan sosialisasi dengan masyarakat beserta kelompok nelayan terkait rencana aktivitas pemancangan, alhamdulillah kita mendapat dukungan yang positif,” katanya.

Sementara, dari aspek keselamatan, tim memasang safety sign atau rambu-rambu informasi dan peringatan di sekitar aktivitas pemancangan baik di darat maupun laut.

Manajemen juga memverifikasi dan mengecek kembali peralatan yang digunakan agar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di PT Vale.

Baca Juga:  Wagub Sulsel Sebut Industri Hijau PT Vale Jadi Pilar Pertumbuhan Berkelanjutan Daerah

“Yang berhubungan dengan safety, kita memasang rambu-rambu peringatan baik di darat maupun di laut. Untuk di darat, kita memasang titik-titik atau rambu-rambu informasi sebagai penanda terhadap aktivitas yang akan melalui area pemancangan kita. Selain itu, kita juga melakukan pengecekan terhadap semua peralatan pancang itu sudah sesuai dengan standar yang disyaratkan oleh PT Vale, sebelum tim kontraktor pemancangan melakukan aktivitas,” jelasnya.

Baca Juga:  Alimuddin Paada Harap Pertambangan Jadi Ujung Tombak Peningkatan PAD

Demi memastikan pekerjaan berlangsung dengan aman, IGP Morowali juga melaksanakan pelatihan bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam aktivitas pemancangan.

“Tim juga melaksanakan safety training kepada semua kru pancang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan pemancangan, karena ada beberapa hal yang menjadi Major Hazard Standard di aktivitas pemancangan di antaranya bekerja dekat air, pengangkatan, dan bekerja di ketinggian,” tambahnya.

Sebagai bentuk pengelolaan lingkungan yang dilakukan pada aktivitas pemancangan, tim IGP Morowali mengusung penggunaan Steel Pipe Pile (SPP) yaitu tiang pancang pipa baja.

Baca Juga:  Wamenaker Apresiasi Praktik Ketenagakerjaan PT Vale

Penggunaan SPP ini tidak menimbulkan kenaikan lumpur sebagai akibat dari pemancangan.

Kontrol atau mitigasi lainnya yang dilakukan yaitu penggunaan material bersih seperti batu split dan pemasangan geotekstil sebagai penahan limpasan material sehingga tidak menyebabkan kekeruhan pada air laut.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *