Agus menegaskan juga, setiap aspek konstruksi berjalan sesuai rencana untuk mendukung operasional pabrik High-Pressure Acid Leach (HPAL) yang akan mempercepat hilirisasi industri nikel di Indonesia.
“Fokus utama kami adalah memastikan bahwa setiap tahap konstruksi, mulai dari pembersihan lahan, pembangunan jalan tambang, hingga fasilitas pendukung lainnya, berjalan sesuai target dan memenuhi standar keberlanjutan global,” ujarnya.
Selain itu, PT Vale menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan proyek ini.
“Jika kita mampu mengendalikan setiap potensi bahaya di tempat kerja, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang aman, tetapi juga membuka jalan bagi produktivitas yang lebih tinggi,” tambah HSOR senior manager PT Vale IGP Pomallaa, Guntur Suryaninghadi.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, PT Vale tengah membangun Pusat Persemaian (Nursery) yang akan menghasilkan satu juta bibit per tahun untuk mendukung reklamasi lahan pascatambang dan pelestarian lingkungan.
Fasilitas ini akan dibangun berdampingan dengan Kebun Raya Kolaka, menjadikannya bagian integral dari ekosistem hijau yang mendukung rehabilitasi kawasan pertambangan.
Selain itu, PT Vale IGP Pomalaa aktif mengimplementasikan berbagai program Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Program Pengembangan Masyarakat (PPM).
Salah satu inisiatif unggulan adalah Operasi Katarak Gratis pada Desember 2024 yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs 3: Good Health and Well-being).
“Kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar inisiatif, tetapi bagian dari budaya perusahaan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, PT Vale juga telah menjalankan program pertanian organik dan pelatihan herbal bagi petani lokal, serta memberikan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia unggul di Kolaka.



















