PT Vale Paparkan Potensi Investasi pada Temu Saudagar Tana Luwu

PT Vale
Ist

PT Vale kata dia, bukan hanya mengembangkan sektor pertambangan, namun juga menciptakan inovasi untuk masyarakat di sektor pertanian, pariwisata, perkebunan, dan perikanan.

“Kami berharap, para saudagar kita ini bisa berinvestasi juga di Tana Luwu,” ujarnya.

Budiman menyatakan, akan memberikan kemudahan investasi dan dukungan kepada para saudagar agar dapat berkontribusi dalam memajukan ekonomi.

“Kita ingin dari pertemuan ini akan muncul ide-ide kreatif dan inovatif yang dapat mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Luwu Timur,” ujarnya.

Baca Juga:  Gandeng PJK3, Huabao Sudah Sertifikasi SIO 181 Operator di Lingkup Perusahaan

Acara Temu Saudagar Tana Luwu digagas oleh Budiman sebagai momentum menguatkan investasi dan perekonomian daerah. Budiman menerangkan, peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-78 dan Hari Jadi Luwu ke-756.

Dalam pertemuan ini, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin melaunching Logo City Branding Kawasan Strategis Kabupaten Lutim Bumi Batara Guru; Sustainable & Harmony.

Menurut Pj Gubernur Bahtiar, semua kepala daerah wajib bisa menguasai peta pembangunan daerah masing-masing dari berbagai sektor. Mulai dari pertanian, peternakan serta pertambangan.

Baca Juga:  PT Vale dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Sulsel UMKM Expo Andalan Hati

Tiga sektor tersebut merupakan potensi bisnis yang menjanjikan untuk memungkinkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Tana Luwu ini.

“Saat ini Indonesia mulai melakukan gerakan menuju Indonesia emas di 2045 mendatang. Untuk meraih Indonesia emas, mulai dari pendapatan rata-rata masyarakat seluruh Indonesia harus Rp12 juta per bulannya,” ungkap Bahtiar.

Khusus Provinsi Sulsel, saat ini rata-rata pendapatan masyarakatnya masih rendah. Kecuali Luwu Timur sudah mencapai Rp7 juta per bulannya.

Baca Juga:  PT Vale Raih Global Supply Chain Excellence Award Berkat Inovasi 0-Hour Truck

“Rata-rata pendapatan masyarakat Luwu Timur sekarang sudah mencapai Rp7 juta per bulannya,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Bahtiar, investor harus diberi kemudahan agar berlomba-lomba masuk berinvestasi di Tana Luwu dan seluruh daerah di Sulsel, agar bisa mencapai target Indonesia emas di 2045 kelak.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *