Kegiatan tersebut dimulai dari peninjauan aktivitas pengangkutan di jetty hingga penanaman pohon di lahan reklamasi pascatambang sebagai simbol komitmen terhadap praktek keberlanjutan. Keikutsertaan pejabat desa dalam program ini diharapkan menciptakan pemahaman yang lebih luas tentang operasi perusahaan serta meningkatkan keterlibatan komunitas.
Pada kesempatan itu, Camat Bungku Timur memberikan apresiasi terhadap langkah keterbukaan ini, menilai praktik pengelolaan lingkungan dan keselamatan kerja di perusahaan sangat baik dan mampu menjaga kualitas perairan sekitar area kerja.
“Saya mengucapkan terima kasih atas undangan PT Vale. Ini kegiatan yang luar biasa karena tidak semua perusahaan terbuka seperti ini. Saat kami mengunjungi wilayah jetty, saya melihat bagaimana PT Vale sangat memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan. Air laut masih jernih dan sangat terjaga,” ujar Camat Bungku Timur, Arsan.
Tak sampai di situ, komitmen PT Vale dalam melibatkan multipihak untuk keberlanjutan industri juga dapat dilihat dari cara mereka memberlakukan persyaratan saat melakukan perekrutan tenaga kerja.
Saat PT Vale membuka lowongan kerja untuk sejumlah posisi penting di Blok Sorowako baru-baru ini, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lapangan kerja di wilayah operasionalnya, terutama bagi tenaga profesional yang ingin berkontribusi pada pengembangan industri pertambangan berkelanjutan, mereka juga mengutamakan tenaga kerja lokal, memberikan kesempatan yang sama bagi laki-laki, perempuan dan penyandang disabilitas.
Melalui rangkaian program yang melibatkan pemerintahan lokal, masyarakat sekitar, dan kegiatan operasionalnya sendiri, PT Vale menunjukkan bahwa strategi perusahaan menjangkau lebih dari sekadar produksi tambang.



















