Pulau Ternate: Kota Kecil yang Bersih nan Eksotis

Pulau Ternate
Pemandangan dari Hotel Said Bela di Kota Ternate. / ReferensiA.id
Benteng Tolukko
Benteng Tolukko

Selanjutnya, menikmati wisata air. Snorkling, diving atau sekadar berendam di jernihnya laut di pusat wisata Jiko Malamo, membuat siapaun jadi lupa waktu.

Meskipun saat itu arus sedikit deras, tidak menyurutkan niatan untuk tetap terus berendam dan menikmati pemandangan bawah lautnya. Menggunakan perahu cepat, mengunjungi sejumlah tempat untuk memanjakan mata jadi pilihan lain.

Jiko Malamo
Jiko Malamo

Setelah menghabiskan waktu setengah hari di Jiko Malamo, lalu berkesempatan melihat langsung cengkih tertua di dunia. Dikenal dengan sebutan Cengkeh Afo, usia cengkih tersebut mencapai ratusan tahun.

Cengkih tertua di sana usianya mencapai 416 tahun, diberi nama Cengkeh Afo I. Namun sudah mati sejak awal tahun 2000-an. Yang tersisa saat ini hanya cengkeh berusia 200-an tahun.

Nama Cengkeh Afo sendiri jika diartikan dari bahasa setempat adalah cengkih tua. Afo menurut bahasa setempat berarti tua.

Cengkeh Afo
Cengkeh Afo

Selain mendapatkan pengalaman baru melihat cengkih tertua di dunia, menikmati alam di ketinggian yang dikelilingi rerempahan dan hutan yang masih alami benar-benar membuat kita ingin berlama-lama di lokasi yang sekitar 2 kilometer dari Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama tersebut.

Cengkeh Ratusan Tahun
Cengkeh Berusia Ratusan Tahun

Sambil bersantai, santapan tradisonal menjadi hidangan di sana. Namanya makanan khas rimo-rimo. Rimo-rimo merupakan makanan yang diolah dengan campuran rempah-rempah terbaik, disajikan dengan proses pemanggangan aneka makanan di dalam ruas bambu.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *