Kevin Apriandra, salah satu peserta dialog menuturkan, ternyata dialog tentang ekosistem dan kebencanaan sangat penting dilakukan, terutama di daerah-daerah pelosok yang masih minim akan pengetahuan mitigasi bencana.
Karena, kata dia, ada banyak fakta ilmiah tentang kebencanaan yang tidak diketahui oleh masyarakat di pelosok, yang masih sangat kental dengan mitos daerahnya.
“Ada banyak upaya yang dapat dilakukan kalau hal seperti ini diadakan di pelosok, contohnya seperti penanaman mangrove tadi yang notabenenya tumbuhan semacam itu, masih sangat mudah ditemui di daerah-daerah yang belum terlalu dijamah infrastruktur, sehingga dapat membantu upaya penanganan bencana khususnya tsunami itu sendiri,” katanya. RED



















