Gempabumi swarm juga dapat terjadi karena adanya bagian sesar yang mengalami rayapan (creeping) sehingga terjadi deformasi aseismik atau bagian/segmen sesar yang tidak terkunci (locked) bergerak perlahan seperti rayapan.
“Gempa ini tidak membahayakan jika kondisi bangunan rumah di sekitar zona swarm tersebut memiliki struktur bangunan yang kuat.”
“Jika kekuatan gempabumi swarm ini cukup signifikan dan guncangannya sering dirasakan, maka masyarakat direkomendasikan untuk tidak panik, namun tetapi waspada,” begitu kesimpulan dalam artikel tersebut. Red



















