ReferensiA.id- Banjir menerjang sejumlah desa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sejak Senin, 29 Mei 2023 malam. Desa-desa paling terdampak berda di Kecamatan Balinggi dan Balinggi Jati.
Bahkan banjir di Parigi Moutong sebabkan seorang warga Desa Antasari, Kecematan Balinggi Jati bernama Ni Ketut Kayun (70 Tahun) meninggal. Jasadnya ditemukan warga di antara tumpukan sisa material yang terbawa oleh banjir.
Selain menyebabkan korban jiwa, banjir juga merusak persawahan, perkebunan hingga fasilitas umum. Selain itu, sejumlah rumah warga juga hanyut dan rusak akibat banjir tersebut.
Sementara 11 kepala keluarga (27 Jiwa) termasuk 3 lansia dan 3 balita di Desa Catur Karya, Kecamatan Balinggi sementara tinggal di pengungsian pasca banjir.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng Andi Sembiring menyebut, pihaknya belum memiliki data lengkap terkait jumlah korban dan kerusakan akibat banjir di Kabupaten Parimo itu.
“Assessment lapangan belum bisa jalan, karna posko baru malam ini dibangun. Rencana besok pagi assessment menyeluruh dimulai,” ujar Andi Sembiring kepada ReferensiA.id, Selasa 30 Mei 2023 malam.
Namun begitu, dia memastikan ada 1 lokasi pengungsian usai kejadian itu.
Meski begitu, berdasarkan laporan sementara, ratusan kepala keluarga terdampak banjir, di antaranya Di Desa Antasari, Kecamatan Balinggi Jati lebih kurang 686 kepala keluarga terdampak, 4 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah rusak ringan, SD 2 Dusun 1 Antasari dan Area persawahan.
Sementara di Desa Catur Karya, Kecamatan Balinggi, 3 rumah hanyut dan 6 unit rumah lainnya terendam. Lalu 11 kepala keluarga mengungsi.
Seperti diketahui, akibat tingginya curah hujan pada Senin kemarin, menyebabkan sejumlah desa di Kabupaten Parimo diterjang banjir. RED



















