Keuntungan dari OMC Menggiurkan, Legal atau Ilegal?

OMC
Kantor OMC di Kota Palu, Sulawesi Tengah. / Ist

ReferensiA.id- Omnicom atau OMC Indonesia, sedang ramai jadi perbincangan. Pro dan kontra terhadap aplikasi “penghasil” uang ini mengisi ruang-ruang beranda sosial media, termasuk oleh warganet di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bagi mereka yang percaya, OMC dianggap sebagai aplikasi yang dapat meningkatkan penghasilan dengan mudah dan menjanjikan keuntungan dalam waktu singkat.

Tidak main-main, keuntungan dari OMC sangat menggiurkan, hanya menjalankan beberapa tugas mudah, bisa dapat hadiah hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga:  Ketua DPRD Palu Apresiasi Capaian Adipura

Namun bagi mereka yang berfikir kritis, aplikasi OMC dianggap sebagai modus investasi ilegal, berpotensi merugikan masyarakat karena tergiur iming-iming keuntungan besar.

Lalu, apakah OMC merupakan aplikasi yang benar-benar bisa memberikan keuntungan besar bagi masyarakat yang jadi member atau investor? Atau justru bisa mengakibatkan kerugian masyarakat?

Pimpinan OMC di Sulawesi Tengah, Pdt Zakaria Wahyu Widodo, yang coba dikonfirmasi terkait ramainya isu OMC belum berkenan memberikan pernyataan lebih.

Baca Juga:  Komisi B DPRD Palu Perkuat Koordinasi dengan Mitra Strategis

“Nanti kalau sudah tidak ‘ramai’ kami undang untuk konfirmasi,” katanya kepada ReferensiA.id, Jumat 4 Juli 2025.

Di sosial media, sejumlah pengakuan investor (member) OMC cukup meyakinkan, beberapa di antara mereka memperlihatkan keuntungan selama jadi member. Tidak sedikit pula kabar member yang memenangkan hadiah, dari barang elektronik seperti televisi, kulkas hingga mobil.

Baca Juga:  OJK Sulteng Sebut Kondisi Industri Jasa Keuangan Hingga Juli 2023 Tetap Stabil

Disebut-sebut sebagai aplikasi penghasil uang cepat, OMC pun berhasil menarik perhatian banyak orang dengan janji penghasilan yang lumayan besar, hanya dengan menyelesaikan tugas dan merekrut anggota baru.

Pengguna atau member diminta melakukan misi sederhana seperti memberikan penilaian terhadap produk, kemudian memperoleh komisi dari setiap misi itu.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *