News  

Perundungan Anak Berujung Bunuh Diri di Touna, Yayasan Sikola Mombine Desak Pemerintah Kawal Kasusnya

Perundungan
Nur Safitri Lasibani

ReferensiA.id- Yayasan Sikola Mombine menyampaikan keprihatinan dan kemarahan mendalam atas kasus dugaan kekerasan verbal atau perundungan (bullying) yang dialami oleh almarhum Amri, seorang anak di bawah umur dari Desa Beko/Awo, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Sulawesi Tengah, yang diduga menjadi pemicu hingga korban mengakhiri hidupnya sendiri.

“Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum Amri mengalami tekanan psikis berat setelah dituduh mencuri uang sebesar Rp500 ribu oleh oknum Sekretaris Desa (Sekdes) berinisial SM, tanpa dasar bukti yang jelas,” ungkap Direktur Eksekutif Yayasan Sikola Mombine Nur Safitri Lasibani, Kamis 17 Juli 2025.

Tuduhan tersebut disampaikan secara terbuka dan menyudutkan korban secara sosial, sehingga menciptakan kondisi mental yang sangat rentan pada diri anak tersebut.

Hanya lima hari setelah tuduhan itu dilontarkan, korban ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.

“Peristiwa tragis ini merupakan bentuk kegagalan negara dalam melindungi anak dari kekerasan psikis dan stigma sosial,” kata Nur Safitri.

Baca Juga:  Sebanyak 289 Pelaku UMKM di Kota Palu dan Sigi Dapat Bantuan Nontunai ICSR

Tindakan oknum aparatur desa yang menuduh anak secara sepihak bukan hanya mencoreng martabat korban, tetapi juga secara langsung bertentangan dengan prinsip perlindungan anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dalam Pasal 1 angka 16 UU tersebut ditegaskan bahwa setiap perbuatan terhadap anak yang mengakibatkan penderitaan secara fisik atau psikis, termasuk ancaman dan perlakuan yang merendahkan martabat, merupakan bentuk kekerasan terhadap anak.

Baca Juga:  Huntap Belum Tuntas, Target Adipura Dipertanyakan

Tuduhan palsu, intimidasi verbal, dan perlakuan menyudutkan yang diterima oleh korban merupakan bentuk kekerasan psikis yang sangat serius—dan dalam kasus ini, berujung pada kehilangan nyawa seorang anak.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *