PT Vale Resmi Mulai Menambang Nikel di Pomalaa, Teguhkan Komitmen Keberlanjutan

PT Vale
PT Vale bersama PAMA melakukan penggalian perdana sebagai simbol dimulai penambangan nikal di Blok Pomalaa, Kolaka. / Ist

ReferensiA.id- PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) secara resmi memulai penambangan nikel di Blok Pomala, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Peresmiannya ditandai dengan penyelenggaraan First Digging Ceremony bersama mitra strategis mereka, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), yang menandai kesiapan menuju tahap operasional pada 2026.

Acara ini menjadi tonggak awal dimulainya aktivitas penambangan di area Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Komitmen untuk membangun masa depan industri nikel Indonesia yang berkelanjutan pun kembali ditegaskan oleh anggota grup MIND ID (Mining Industry Indonesia) tersebut.

Baca Juga:  PT Vale Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2024, Dinilai Adaptif dan Patuh ESG

Momentum bersejarah ini dihadiri oleh Bupati Kolaka, jajaran Forkopimda Kabupaten Kolaka, serta manajemen PT Vale dan PAMA.

Kehadiran para pemangku kepentingan mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, President Director PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi nyata dari komitmen dan tanggung jawab perusahaan dalam memastikan proyek strategis nasional IGP Pomalaa berjalan sesuai rencana.

Baca Juga:  PT Vale Terbukti Terapkan Good Mining Practices, Dapat 4 GMP Award dari Kementerian ESDM

“Ada kalimat yang sering saya dengar, bukan hanya di sini tetapi juga di Morowali, yaitu: kami ini hanya penjaga kebunnya PT Vale. Alhamdulillah, hari ini ‘kebun’ itu sudah mulai terlihat bentuknya. Bukan lagi kebun, melainkan telah ada kegiatan pertambangan. Semoga dalam waktu dekat akan hadir pula padanannya, yaitu pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) yang dibangun bersama PT Vale dan Huayou,” ungkap Bernardus dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis 9 Oktober 2025.

Baca Juga:  PT Vale Raih Tamasya Awards, Rekognisi Kementerian ESDM untuk Program Sosial

Bernardus menjelaskan, proyek di Pomalaa memiliki keistimewaan tersendiri, karena menjadi simbol kolaborasi tiga negara besar yang bersatu untuk mengelola sumber daya nikel secara berkelanjutan.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *