Ada Kelas Bahasa di Kawasan IMIP, Pekerja Lokal Belajar Bahasa Mandarin, TKA Belajar Bahasa Indonesia

IMIP
Kelas bahasa di kawasan IMIP. / Ist

Salah satu peserta, Michen Christian Surentu (28 tahun), Wakil Foreman Safety di PT Qing Kota Metal Indonesia, mengaku kemampuan komunikasinya meningkat signifikan.

“Dulu saya sering kesulitan menyampaikan pesan kepada supervisor yang berasal dari Tiongkok. Sekarang, setelah belajar, komunikasi jadi lebih lancar dan saya lebih percaya diri,” katanya.

Peserta lainnya, Wahid (32 tahun), Wakil Foreman di PT Tsingyao Elektrik Indonesia, menilai belajar bersama di kelas tatap muka membuatnya lebih fokus dan efisien.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Pastikan Dukung Transformasi Perizinan Berbasis Risiko di Sektor Pertambangan

“Belajar secara langsung jauh lebih efektif daripada belajar sendiri. Saya juga terbantu dengan fasilitas buku, modul dan dukungan dari pengajar,” ujarnya.

 

Potensi Naik Level dan Penghasilan Jauh Lebih Besar

 

Selain kelas rutin, program juga menggelar kegiatan penunjang seperti lomba cerdas cermat Mandarin, seminar bersama pembicara asal Tiongkok, dan latihan kaligrafi Cina (Chinese paper). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, memperluas wawasan budaya, sekaligus mempererat hubungan antarpekerja. Setiap peserta program memiliki hak dan kewajiban sesuai kontrak belajar.

Baca Juga:  PT Vale Sebut Peran Media Penting Bagi Keberlanjutan Pertambangan

Bagi karyawan yang lulus ujian kemampuan bahasa Mandarin (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì atau HSK), perusahaan memberikan tunjangan skill bahasa, serta tambahan fasilitas seperti tunjangan komunikasi, transportasi dan perumahan.

Menurut Sainan Sani, Wakil Manajer Divisi Training Departemen HRD Tsingshan, pemberian tunjangan merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap karyawan yang meningkatkan kompetensi komunikasinya.

“Semakin tinggi level kemampuan bahasa, semakin besar pula nilai kompensasi yang diterima. Ini penting karena meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi komunikasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Belasan Karyawan PT ITSS di Kawasan IMIP Tewas Akibat Ledakan Tungku, Puluhan Orang Kritis

Sejak 2023, Tsingshan Group juga telah mengirim sekitar 300 karyawan Indonesia untuk mendalami bahasa Mandarin di universitas di Tiongkok, seperti Universitas Wenzhou di Provinsi Zhejiang dan Universitas Sains dan Teknologi Beijing. Mereka menjalani pelatihan tingkat lanjut, dan setelah kembali, diwajibkan mengabdi minimal tujuh tahun di perusahaan.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *