Inisiatif tersebut dijalankan oleh tim proyek “Slag Aman Tidur Nyenyak”, yang terdiri dari berbagai fungsi kunci dalam operasi pemrosesan nikel.
Tim ini dipimpin oleh Ikra Setya Utama selaku Project Lead, dengan anggota: Yuda Kusumah, Mawaz Rindra Dihari, Amelia Welirangan, Ruti Pusakawati, Syahril Yusuf, dan Fitrian Oddang.
Kolaborasi lintas disiplin inilah yang memungkinkan proyek ini mengintegrasikan analisis proses, automasi, laboratorium, hingga quality assurance ke dalam satu sistem yang komprehensif.
“Pengakuan ini menunjukkan bahwa operational excellence bukan sekadar konsep bagi kami, tetapi sistem yang hidup dalam setiap aspek kerja,” ujar Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, Kamis 13 November 2025.
“Dengan memadukan disiplin proses, keselamatan, dan kecerdasan buatan, kami membuktikan bahwa industri pertambangan di Indonesia dapat berada di garis depan inovasi global. Prestasi ini adalah bukti bahwa transformasi digital yang dijalankan dengan tujuan yang jelas mampu menghasilkan peningkatan nyata bagi perusahaan, lingkungan, dan masyarakat.”
Keberhasilan proyek ini berakar pada pendekatan lintas fungsi yang melibatkan Process Plant Operations, Automation, Quality Assurance Engineer, Laboratorium, hingga Operational Excellence.
Melalui integrasi data real-time, neural network, analisa XRF laboratorium, serta sistem kendali PLC, PT Vale menciptakan platform otomasi yang mampu membuat keputusan secara mandiri pada kecepatan conveyor West Block (WB) dan East Block (EB) untuk memastikan rasio slag tetap dalam rentang optimal.
Pendekatan ini menghilangkan delay yang sebelumnya mencapai 30–150 menit menjadi 0 menit, sekaligus menghapus repetitive task yang berpotensi menimbulkan kelelahan operator.



















