Balai Bahasa Sulteng Luncurkan 32 Buku Bacaan Anak Berbahasa Daerah dan Terjemahan Karya Penulis Lokal

Balai bahasa Sulteng
Para penulis 32 buku bacaan anak berbahasa daerah Sulteng. / ReferensiA.id

 

Meisye Trianur Jadi Penulis Termuda

Dari 32 penulis yang dilibatkan, salah satu di antaranya adalah Meisya Trianur. Mahasiswa ilmu komunikasi di Universitas Tadulako (Untad) Palu itu jadi penulis termuda (21 tahun).

Balai Bahasa Sulteng
Meisye Trianur. / ReferensiA.id

Buku karyanya diberi judul “I Bomba Buya Nagaya” atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia “Bomba si Sarung Cantik”. Buku yang ia tulis menggunakan bahasa Kaili Unde.

Dalam buku yang ia tulis itu menceritakan tentang sarung batik bomba khas Donggala, Sulawesi Tengah, bagaimana proses sarung itu dibuat.

Baca Juga:  22 Bahasa Daerah di Sulawesi Tengah Mengalami Kemunduran, Bahasa Dampelas dan Kaili Terancam Punah

Mahasiswi yang sudah mulai suka menulis sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) itu mengaku punya kebanggaan tersendiri, karena berhasil melahirkan karya yang diharap dapat berkontribusi meningkatkan literasi anak-anak di daerah ini.

“Alhamdulillah, ini adalah pengalaman pertama saya karena buku ini terbit dari kementerian. Banyak tantangan, karena tidak seperti (menulis) novel,” ujarnya.

Perempuan berhijab itu mengaku senang bisa melahirkan buku bacaan anak yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Baca Juga:  Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 Sulawesi Tengah: Menjaga Tutur Leluhur untuk Bekal Masa Depan

“Saya tertarik karena tidak semua orang bisa jadi penulis. Semua orang bisa menulis, tapi tidak semua orang bisa jadi penulis,” ujar dia.

Melalui buku karyanya, ia berharap anak-anak di daerah ini bisa lebih suka membaca, dan yang paling penting bangga dengan bahasa daerah sendiri.

“Pesan saya, kita di Kota Palu harus bangga berbahasa daerah, karena ini bahasa pengenal kita,” pesannya.

Baca Juga:  Begini Upaya Balai Bahasa Sulteng Cegah Kepunahan Bahasa Daerah di Donggala

Buku “I Bomba Buya Nagaya” merupakan buku kedua karya Meisye. Sebelumnya ia telah menulis buku dengan judul “Sajak Anjana”.

 

Peluncuran 32 Buku Hasil Terjemahan Cerita Anak Diapresiasi Pemerintah

Peluncuran buku bacaan anak berbahasa daerah lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia itu dibuka oleh Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah I Nyoman Sriadijaya, mewakili pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *