ReferensiA.id- Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Wiwik Jumatul Rofi’ah, menegaskan bahwa ketahanan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal itu ia sampaikan saat mewakili pimpinan DPRD memberikan materi pada Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tengah Tahun 2025, yang digelar di salah satu hotel di Kota Palu, Jumat 13 September 2025.
Dalam forum yang dihadiri Wakil Ketua PB PGRI Baskara Aji, Ketua PGRI Sulteng Syam Zaini, serta pengurus PGRI dari 13 kabupaten/kota se-Sulteng itu, Bunda Wiwik —sapaan akrab Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng ini— mengulas materi bertema “Kebijakan Anggaran Pendidikan Sulawesi Tengah dari Perspektif DPRD”. Namun ia memilih memperdalam korelasi antara pendidikan dan ketahanan keluarga, yang menurutnya tak kalah penting dibanding pembahasan soal anggaran pendidikan.
“Pendidikan sangat erat kaitannya dengan ketahanan keluarga karena keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter dan nilai-nilai yang menjadi dasar kekuatan keluarga,” katanya.
Menurutnya, kebijakan pembangunan di Sulawesi Tengah kini telah menempatkan hubungan antara pendidikan dan ketahanan keluarga sebagai fokus penting, sebagaimana tercantum dalam RPJMD Provinsi Sulteng 2025–2029.
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa transformasi sumber daya manusia hanya bisa terwujud bila pendidikan berjalan beriringan dengan penguatan peran keluarga.
Bunda Wiwik juga menyoroti tantangan pendidikan di Sulteng yang masih perlu perhatian serius. Meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, kesenjangan antarwilayah masih nyata.
“Seperti perbandingan IPM Kota Palu berada di level 84,12, sementara Kabupaten Banggai Kepulauan pada level 67,65,” sebutnya.



















