Menurutnya, Kabupaten Tojo Unauna merupakan salah satu daerah dengan IKLH tertinggi dan menerima tambahan anggaran berbasis ekologis sebesar Rp200 juta. “Karena itu, Sikola Mombine mendorong agar Kabupaten Tojo Unauna dapat mengadopsi TAKE melalui skema EFT,” jelasnya,
Sementara itu, Program Manager Setapak, Maryam, menjelaskan tujuan skema EFT adalah mendorong pemerintah desa meningkatkan kinerja dengan indikator yang disusun bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati.
Skema ini diharapkan dapat mereformulasi alokasi ADD agar lebih berbasis kinerja ekologis.
Menyambut pemaparan tersebut, Bupati Touna, Ilhan S Lawidu ,menyatakan dukungan penuh terhadap program yang dijalankan Sikola Mombine, termasuk dorongan penerapan TAKE melalui skema EFT.
“Selama program yang dilakukan bernilai manfaat bagi kemajuan Kabupaten Tojo Unauna, pemerintah daerah akan selalu mendukung penuh,” ujar Bupati.
Ia juga mengapresiasi kerja-kerja Lembaga sosial masyarakat di Kabupaten Tojo Unauna, termasuk Yayasan Sikola Mombine, yang dinilai mampu membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan visi-misi pembangunan.
“Kami berharap sinergi antara Sikola Mombine dan pemerintah daerah terus berjalan dengan baik. Dalam waktu dekat, Insyaallah kami akan mengadakan sosialisasi terkait program EFT kepada OPD-OPD terkait, termaksud OPD yang telah direkomendasikan oleh Pak Bupati, serta pascasosialisasi langsung dapat membentuk tim untuk membahas teknis pelaksanaannya,” tutup Nur Safitri Lasibani. ***



















