ReferensiA.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat adanya korban jiwa akibat gempa Poso pada Minggu, 17 Agustus 2025 kemarin.
Pihak BPBD telah melakukan pendataan terkait korban gempa Poao, setidaknya 9 korban luka berat telah menjalani operasi. Semenrara 1 korban dalam keadaan kritis dan 1 korban lainnya meninggal di RSUD Poso.
“Tujuh Korban luka ringan dalam perawatan di RSUD Poso, 7 korban luka ringan telah ditangani di Puskesmas Tokorondo, 10 Korban luka ringan telah ditangani di lokasi oleh Dinkes Poso, 8 Korban luka ringan telah ditangani di Puskesmas Tangkura,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus dalam keterangannya, Senin 18 Agustus 2025.
Selain korban jiwa, sejumlah fasilitas umum dan rumah warga juga mengalami kerusakan. Berikut data kerusakan dan wilayah yang terdapak;
Kecamatan Poso Pesisir
Desa Masani
1 unit gereja rusak berat
Desa Bega
2 unit rumah rusak ringan
Desa Tokorondo
2 unit rumah rusak ringan
Desa Towu
21 unit rumah rusak ringan
4 unit rumah rusak berat
1 unit kantor desa
1 unit gedung sekolah dasar
2 unit tempat ibadah
Desa Lape
8 unit rumah rusak ringan
Desa Tangkura
5 unit rumah rusak berat
9 unit rumah rusak ringan
2 unit gereja eusak ringan
1 unit gedung sekolah dasar rusak berat
Desa Patiwunga
2 unit rumah rusak berat
Kecamatan Poso Pesisir Utara
Desa Kilo
1 unit rumah rusak ringan
Desa Maranda
4 unit rumah rusak ringan
“Sebanyak 89 pasien di RSUD Poso diungsikan ke tenda BPBD di halaman RSUD,” ungkap Akris.
Pascagempa, dibutuhkan sejumlah logistik mendesak, seperti tenda, terpal, lampu taktikal, selimut, alas tidur, makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan dan kendaraan operasional pendukung.
Kerana gempa susulan masih terjadi, warga Poso pun masih waspada. Hingga Senin pagi, tercatat jumlah gempa susulan sebanyak 57 kali.



















