“Saat ini Pemda Provinsi Sulawesi Tengah menggagas langkah pengelolaan kawasan Selat Makassar secara bersama dengan provinsi-provinsi lainnya yang bersinggungan, untuk lebih meningkatkan pencapaian target pembangunan makro yang akan memberikan dampak pada penguatan fondasi ekonomi daerah menunjang IKN,” kata Novalina.
Satu inisiasi pemerintah Sulawesi Tengah, yaitu membangun jalan by pass Tambu-Kasimbar yang menghubungkan antara perairan Teluk Tomini sebelah timur pulau sulawesi dengan perairan Selat Makassar sebelah barat pulau sulawesi, serta antara kawasan Indonesia timur dengan Ibu Kota Nusantara.
Jalan by pass ini memotong leher Sulawesi dengan panjang daratan terpendek yaitu kurang lebih 30 kilometer, jika jalan ini terbangun, maka jarak tempuh wilayah kawasan timur Indonesia akan lebih singkat, cepat dan efisien bahan bakar menuju IKN.
Selain itu, sepanjang jalur konektivitas tersebut akan memunculkan kota-kota dengan pertumbuhan ekonomi baru.
“Kepada peserta aktif agar dapat memberikan masukan dan gagasan yang konstruktif untuk memperkuat kerja sama antarprovinsi yang berbatasan dengan Selat Makassar. Diperlukan kerja sama dalam mengatasi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita,” harapnya.
Dikatakannya, dengan kerja sama dan sinergi yang baik, Selat Makassar dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal pembangunan dan kerja sama lintas provinsi.
Mengakhiri sambutan Gubernur Sulteng, Novalina mengajak kepada peserta aktif untuk menjalin kerja sama yang erat dan berkesinambungan untuk mewujudkan potensi Selat Makassar sebagai pusat perdagangan dan ekonomi yang maju dan berkelanjutan.
“Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi semua pihak dalam acara ini, semoga dapat memberikan hasil yang bermanfaat dan menjadi langkah awal yang baik menuju kesuksesan Selat Makassar Summit 2024,” tandasnya.



















