Usai laga, Pelatih PSBS Biak Regi Aditya mengakui keunggulan permainan kolektivitas Persipal yang merepotkan timnya.
“Kami cukup terkejut terhadap gol pertama Persipal, akhirnya kami ubah taktikal dan bisa mengubah hasil. Pertandingan hari ini luar biasa, persipal memberikan perlawanan yang sangat merepotkan kami,” katanya.
“Kolektivitas persipal saya respek. Kolektivitas tim itu jauh lebih baik daripada kualitas satu pemain kunci. Menang jumlah pemain menguntungkan buat kami. Meskipun mereka bermain 10 pemain, tapi mereka memberikan perlawanan yang luar biasa untuk kami, sehingga kami bisa belajar agar lebih baik kedepan,” katanya.
Fabiano Da Rosa Beltrame yang jadi pemain terbaik di laga itu juga memberi pujian atas penampilan Persipal.
“Pertandingan sangat sulit, mereka dominan di 20 menit pertama. Mereka punya banyak peluang, tapi akhirnya kita bisa berkembang dan cetak gol sebelum akhir babak pertama. Dan di babak kedua kami bisa menambah gol,” kata Fabiano yang bermain apik untuk PSBS Biak di laga itu.
Sementara itu, pelatih Persipal Bambang Nurdiansyah juga mengakui para pemain telah bermain sesuai strategi yang diterapkan, namun hasil laga tidak berpihak.
“Aanak-anak sudah berjuang, sudah fight tapi hasilnya mengecewakan saya dan masyarakat Palu,” jelas pria yang akrab disapa Banur.
Meski demikian, dia menyebut masih ada beberapa posisi yang memang tidak maksimal, terutama di lini tengah Persipal.
Bahkan, di laga melawan PSBS Biak Banur harus memainkan Rendy Saputra sebagai gelandang bertahan. Pemain yang biasa bermain sebagai bek sayap itu harus mengisi ruang yang ditinggalkan oleh M Said karena akumulasi kartu, sementara tidak ada lagi stok pemain di posisi tersebut.
Sebelumnya Persipal telah memutus kontrak tiga pemainnya, termasuk Fajar Handika yang biasanya di plot di posisi gelandang bertahan jika M Said tidak bermain.



















